Indonesia

Profil dan Biodata Tora Sudiro

Siapa yang tak mengenal nama besar Tora sudiro di jagad industri selebriti tanah air. Pria berbadan atletis nan macho ini merupakan lelaki idaman bagi setiap wanita. Terlebih di tahun 2000an lalu, yang bisa di bilang masa keemasannya. Aktor tampan dengan banyak talenta ini, tampaknya tidak redup aura keartisannya walau saat ini umurnya sudah tak muda lagi. Terlebih sosok Tora merupakan sosok yang humoris yang selalu melemparkan candaan-candaan khasnya dalam berbagai kesempatan.

Dan baru-baru ini yang tampaknya melejitkan lagi namanya yang mulai surut dalam industri layar kaca di tanah air, ialah berkat suksesnya film warkop DKI reborn yang mana dia menjadi salah satu tokoh utama di film tersebut. Di film yang di prakarsai aktor kawakan Indro Warkop tersebut dia memerankan sosok Indro, dan tampaknya perannya tersebut, beserta 2 aktor lainnya, yakni Abimana Aryasatya yang memerankan sebagai Dono, dan Vino Bastian yang berperan sebagai Kasino, cukup apik dan sukses menghibur insan perfileman tanah air. Terbukti film wakop DKI reborn ini sukses memboyong berbagai penghargaan, salah satunya di nobatkan sebagai film dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah perfileman Indonesia.

Profil dan Biodata Tora Sudiro

Dari pegawai menjadi aktor terfavorit

Sebelum menjadi artis, Tora adalah seorang pegawai asuransi. Ia juga pernah bekerja pada jasa periklanan dan sound engineering. Sebagai seorang sound engineering Tora pun tidak main-main. Ia mendalami kariernya sebagai seorang sound engineering dengan belajar di Selandia Baru.

Taro sebenarnya tidak memiliki basic di dunia akting. Wajah tampan dan postur tubuh idealnya lah yang membawanya masuk ke dalam dunia hiburan. Pria dengan tinggi 184 cm ini akhirnya mengikuti casting hanya dengan modal percaya diri yang tinggi. Film berjudul Tragedi yang rilis tahun 2001 menjadi film pertama yang diperankan Tora. Meskipun beradu peran di film garapan Rudi Soedjarwo tersebut, nama Tora belum bisa melambung tinggi.

Baru pada tahun 2003, nama Tora booming setelah memerankan film layar lebar berjudul Arisan. Tak hanya itu, film yang masuk dalam kategori film terbaik di Festival Film Indonesia 2004 ini juga mengantarkan Tora menjadi aktor terbaik di Festival Film Indonesia 2004.

Bagaimana tidak, dalam film yang penuh kontroversial itu Tora berperan sebagai seorang gay. Tora pun berani mengambil resiko dengan beradegan ciuman antar sesama jenis bersama lawan mainnya, Surya Saputra. Mungkin karena film ini menjadi satu-satunya yang menampilkan adegan ciuman dalam dunia film Indonesia, yang menunjukkan totalitas seorang Tora sudiro dalam berakting, makanya setelah main di film tersebut, bisa di bilang Tora menggapai puncak kesuksesan dalam dunia hiburan. Ia akhirnya mendapatkan banyak rezeki dengan munculnya berbagai tawaran untuk bermain di berbagai judul film.

Pria yang hobi mengoleksi motor antik ini pun piawai dalam bernyanyi dan bermain gitar. Ia bersama mantan personel Club Eighties yaitu Vincent Ryan dan Deddy Mahendra membentuk band dengan nama The Cash. Makna dari nama The Cash sendiri terbilang unik dimana The Cash berarti kontan/ tunai yang maksudnya mereka tidak mau dibayar secara kredit.