Indonesia

Profil dan Biodata Lengkap Hanung Bramantyo

Nama sutradara kelahiran Yogyakarta, 1 Oktober 1975 ini tentu sudah tidak asing di kalangan para pecinta film Tanah Air. Banyak film garapannya yang meraih penghargaan dan masuk jajaran box office Indonesia, sebuta saja Jomblo, Brownies, Get Merried, Ayat-ayat Cinta, Rudy Habibie, Perahu Kertas, dan yang terbaru Kartini. Lewat film Brownies, Hanung Bramantyo sukses memboyong penghargaan sebagai Sutradara Terbaik dalam FFI 2005. Dan ia kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori dan ajang yang sama di FFI 2007 melalui film Get Merried. Ingin tahu lebih dalam tentang Profil & Biodata Lengkap Hanung Bramantyo ? simak ulasannya berikut  ini :

foto hanung bramantyo

Profil dan Biodata Lengkap Hanung Bramantyo

Nama Asli Setiawan Hanung Bramantyo
Profesi Sutradara
Tanggal Lahir 1 Oktober 1975
Tempat Lahir Yogyakarta
Kewarganegaraan Indonesia
Pasangan Yanesthi Hardini (cerai), Zaskia Adya Mecca (14-Sep-2009 hingga sekarang)
Pendidikan Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta
Anak-anak Bramastya Bhumi (laki-laki), Kanna Sybilla Bramantyo (perempuan, L. 17-Okt-10), Kala Madali Bramantyo (perempuan, L. 02-Agt-13), Bhai Kaba Bramantyo (laki-laki, L. 27-Feb-16)
Terkenal lewat Film garapannya berjudul ‘Brownies’ (2004)

Karir

Pria pemilik nama lengkap Setiawan Hanung Bramantyo pada awalnya pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia namun dia berhenti di tengah jalan. Setelah itu, Hanung pindah mempelajari dunia film di Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, dan membuatnya mendalami profesi sebagai sutradara. Ia memulai debut sutradaranya dalam film Topeng Kekasih di tahun 2000. Namun, namanya mulai dikenal luas masyarakat setelah menyutradarai film ‘Brownies’ (2004) yang sukses di pasaran. Melalui film ini juga, Hanung berhasil menyabet penghargaan bergengsi sebagai Sutradara Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2005.

Di tahun 2008, Hanung menyutradarai film bertema religi yang fenomenal dan berhasil menarik jutaan penonton, ‘Ayat-ayat Cinta’. Film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy ini dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia A Mecca, dan Putri Indonesia 2002, Melanie Putria.

Pada tahun 2011, filmnya, yang berjudul ‘?’ (tanda tanya) menjadi kontroversi di tanah air. Banyak pihak yang mengecam keras penayangan film yang mengangkat tema sensitif tentang pemurtadan ini. Tahun 2012, Hanung menyutradarai film bertema drama romantis, berjudul ‘Perahu Kertas’ yang dibintangi oleh sederet artis papan atas seperti Maudy Ayunda, Adipati Dolken, dan Reza Rahadian.

Di Tahun 2016, Hanung menjadi sutradara dari film yang mengisahkan tentang biografi mantan Presiden RI, BJ. Habibie berjudul ‘Rudy Habibie’ yang dibintangi oleh Reza Rahadian. Dan yang terbaru, Hanung menyutradarai film bertema sejarah yang mengangkat kisah hidup Pahlawan pejuang emansipasi wanita, ‘Kartini’. Film yang konon menghabiskan dana untuk biaya produksi hingga puluhan milyar ini dibintangi oleh jajaran bintang ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Ayushita, dan Acha Septriasa.

Kehidupan pribadi

Hanung pernah menikah dengan Yanesthi Hardini. Namun, keduanya akhirnya memutuskan bercerai dan sah secara legalitas pada tanggal 23 maret 2009. Dari pernikahan pertamanya Hanung memiliki satu orang anak laki-laki bernama Bramastya Bhumi. Setelah itu, tak berselang lama Hanung akhirnya menikah lagi dengan artis Zaskia Adya Mecca. Pasangan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo menikah pada 14 September 2009 malam di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari pernikahannya kali ini, Hanung telah dikaruniai tiga orang anak, Kanna Sybilla Bramantyo (perempuan, L. 17-Okt-10), Kala Madali Bramantyo (perempuan, L. 02-Agt-13), dan Bhai Kaba Bramantyo (laki-laki, L. 27-Feb-16).

Fakta menarik

  • Pada tahun 2013, film garapan Hanung yang berjudul Cinta Tapi Beda, kembali menuai kontroversi. Ia telah dituding melanggar pasal 156 KUHP Jo pasal 4 dan pasal 16 UU No 40/2008 tentang menanamkan rasa kebencian dan penghinaan di muka umum terhadap suku tertentu dalam hal ini Minangkabau. Demi menghindari munculnya konflik yang berkelanjutan, akhirnya Hanung memutuskan untuk menarik peredaran film tersebut.
  • Hanung menyatakan berniat membuat film biopik tentang pejuang emansimasi wanita, R.A. Kartini setelah sebelumnya melakukan beberapa riset. Ia mengaku telah membaca berbagai buku yang mengisahkan tentang Kartini. Diantaranya adalah buku ‘Terbitlah Terang dan Biografi Kartini’ karya Sumandari. Dan dirinya juga mengkhatamkan ‘Panggil Aku Kartini Saja’ karya Pramoedya Ananta Toer. ” Yang akhirnya buat saya bikin angle ini jadi film,” tambah dia.

PENGHARGAAN

  • Sutradara terbaik Festival Film Indonesia lewat film Get Married, 2007
  • Sutradara terbaik Festival Film Indonesia lewat film Brownies, 2005

FILMOGRAFI (SEBAGAI SUTRADARA)

Tahun Judul Keterangan
2000 Topeng Kekasih
2001 Gelas-gelas Berdenting
2003 When… Film pendek
2004 Brownies
2005 Catatan Akhir Sekolah
2005 Sayekti dan Hanafi Versi RCTI
2006 Jomblo
2006 Lentera Merah
2007 Kamulah Satu-satunya
2007 Legenda Sundel Bolong
2007 Get Merried
2008 Ayat-Ayat Cinta
2008 Doa Yang Mengancam
2009 Perempuan Berkalung Sorban
2009 JK Film pendek
2009 Get Merried 2
2010 Menembus Impian
2010 Tendangan Dari Langit
2010 Sang Pencerah
2011 ?
2011 Pengejar Angin  
2012 Perahu Kertas  
2012 Cinta Tapi Beda  
2013 Perahu Kertas 2  
2013 Gendiing Sriwijaya  
2013 Soekarno : Indonesia Merdeka  
2014 2014  
2015 Hijab  
2016 Talak 3  
2017 Kartini